Pentingnya Berbagi

Baru-baru ini saya ngobrol dengan teman saya. Teman saya ini biasanya jarang kesulitan dengan masalah ekonomi, karena saya tahu kalo dia rajin mencatat pengeluarannya sehari-hari untuk dikontrol sesuai dengan pemasukannya. Namun saat bertemu dia terakhir kali, dia tampak sedang kehabisan uang (atau snipet, kalo istilahnya Damas).

Saat saya tanya kenapa kok bisa snipet, dia tampak enggan menjawab. Namun setelah saya paksa, akhirnya dia mengaku bahwa uangnya habis dipinjam keluarganya. Selidik punya selidik, ternyata tidak hanya kali itu saja keluarganya meminjam uang padanya. Setidaknya bila ditotal jumlahnya hampir mencapai 3 juta menurut pengakuannya. Namun karena dia merasa keluarganya itu lebih membutuhkan maka dia relakan tabungan pribadinya tersebut.

Tidak sampai di situ saja, setelah sedikit curhat, ternyata dia suka memberikan hartanya pada orang lain. Suatu saat teman kosannya pinjam uang 1 juta karena habis tabrakan. Setelah beberapa saat dia menagih temannya tsb namun dia akhirnya menyerah karena uangnya tak kunjung dikembalikan. Pernah pula dia mengeluarkan uang dari kantongnya untuk suatu kepanitiaan, dan nominalnya mencapai 1,5 juta. Saya hanya bisa geleng-geleng mendengar pengakuannya.

Yang lebih mengharukan lagi, saat dia selesai KP, kebetulan oleh perusahaan magangnya diberi uang sangu atas kinerjanya. Kalo saat itu teman-teman saya yang habis KP biasanya foya-foya untuk gadget baru dsb, ternyata uang hasil KP dia habis untuk penunggu kosannya. Ya uang hasil kerja kerasnya disumbangkan untuk penunggu kosannya yang saat itu kebetulan sedang butuh uang demi membayar operasi anaknya.

Cerita lainnya pun banyak juga yang saya rasa menarik, seperti suatu saat dia pernah menolong orang yang minta uang di jalan. Karena orang tsb ternyata satu suku dengan dia, dia beri uang untuk membeli tiket kereta (orang itu mengaku ga punya uang untuk pulang kampung, padahal tidak berdomisili di Bandung), dan sebagainya.

Dari cerita teman saya itu, saya menyadari bahwa ternyata di zaman yang egoisme sangat tinggi seperti saat ini, masih saja ada orang-orang seperti dia, yang rela berbagi bahkan dengan orang yang tidak dikenalnya. Di saat kebanyakan teman saya memamerkan barang-barang yang dimilikinya, ada juga orang yang memilih untuk hidup berkecukupan dan menolong orang lain.

Semoga suatu saat nanti, orang-orang seperti teman saya tsb makin banyak. Dengan begitu, bangsa kita bisa saling menolong walaupun diterjang bencana yang begitu besar. Pesan yang saya petik dari cerita ini: “Pentingnya berbagi dengan orang lain”.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s