Don’t Let the Bozos Grind You Down

Note: I got the title from a point in Guy Kawasaki’s presentation in 2006 (the video can be watched at http://www.youtube.com/watch?v=jSlwuafyUUo)

 

Jadi, menurut Kawasaki, there are two types of bozos who would say that your business will not succeed:

1. Losers

2. Orang dengan kapasitas lebih tinggi dari kita (contoh: direktur PT. X, founder from a bigger startup, investor, dll)

 

Tipe pertama tentu tidak berbahaya. Kenapa kita harus percaya dengan losers?

Tipe yang berbahaya adalah tipe kedua. Why? Karena ketika orang dengan kapasitas lebih tinggi dari kita bilang bahwa bisnis kita tidak akan berhasil, kita mungkin tempted untuk percaya dengan perkataannya dan ultimately quit startup kita.

So let me tell you my stories.

November 2011, saya mengikuti Telkomsel Startup Bootcamp dengan Camok. Banyak orang-orang yang lebih berpengalaman di situ, baik startup founders, investors, dll. Ide kita saat itu bernama Share & Bid, sebuah situs dimana brand bisa menawarkan barangnya untuk dilelang dengan maksimum harga senilai harga jual asli. Konsepnya mungkin sedikit mirip dengan daily deals, bedanya kalo daily deals mengubah bentuk promosi suatu brand dengan harga miring, Share & Bid mengubahnya dengan bentuk permainan lelang.

When we told people about our idea, we got pessimistic feedback. Particularly, I remembered that Anthony Liem said that the idea seems like outdated product and he thinks that bidding will not be accepted in Indonesian people culture. Okay, got it. Tentu saya respek dengan opini orang lain tapi yang saya sayangkan adalah feedback tersebut demoralize us dan let us drop the idea. Padahal, given the trend at that time, sangat masuk akal untuk masuk ke market tsb. Ini adalah contoh bozo tipe kedua yang berhasil “grind us down”.

 

Oktober 2012, ada expo Colosseum yang diadakan HMIF di ITB. Saat itu saya mengisi stand dan menunjukkan produk kami hasil pivot dari Share & Bid yang telah kami rilis 3 bulan sebelumnya, Dissee. Dissee adalah sebuah marketplace untuk produk kreatif semacam aksesoris, tas, dan stationery.

As I had expected, pengunjungnya kebanyakan mahasiswa. I remembered there was one guy who came to our stand and were trying the product. Dari nada dan pertanyaan yang dia lontarkan, saya dapat kesan bahwa yang dia pikirkan most likely seperti ini “Situs eCommerce kan udah banyak? Buat apa bikin lagi? Apa bedanya ini sama yang lain?”. Oh dear fellow, I could explain it to you in million ways but you will not grasp it firmly anyway since you were being cynical. Ini adalah contoh bozo tipe pertama. Impresi yang kita terima adalah “why should I listen to this guy?”.

 

Masih di Oktober 2012. Saat itu kami habis menang Hackathon Sparxup dengan Taxify, sebuah aplikasi mobile pemesanan taxi. Ada salah satu partner dari sebuah VC, CyberAgent Venture. Saya ingat mereka bilang bahwa Taxify ini sangat potensial, tapi challenge terbesarnya adalah membutuhkan bukti untuk bisa diaktualisasi dengan bekerjasama dengan perusahaan-perusahaan taxi. Few months later, Bluebird bikin aplikasi yang mirip. Another type-2 bozo.

 

Maret 2013, saya mengikuti konferens WebInTravel sebagai finalis idea pitch dengan produk kami, Tripboard. Tripboard, adalah sebuah sebuah collab tools yang bisa membantu orang merencanakan trip mereka dengan teman-teman secara online. Unfortunately, we lost to some guy with a meta-search engine product from Malaysia. Setelah acara, saya bertanya pada VP Marketing Agoda, Timothy Hughes. Dia bilang, produk kita solve a real problem, tapi kendalanya adalah seberapa sering orang plan a trip? Mungkin hanya sekitar sekali dalam setahun. More importantly, he is pessimistic with how we can reach the user. Ads? No way, since it will burn lots of money, and we cannot compete with those big guys in term of promotion. Sekali lagi, feedback itu membuat moral kita turun dan pengembangan aplikasi pun terhambat.

 

Dari video yang sudah saya sebutkan di atas, Kawasaki berkata bahwa anyone can became a bozo. Bahkan dia sendiri pernah menolak tawaran menjadi Yahoo CEO ketika Yahoo masih startup karena mengira Yahoo tidak akan sukses. Contoh lain misalnya direktur IBM percaya kala itu hanya ada lima komputer yang dibutuhkan pada pasar komputer. Now? everyone has one or more computers.

Hal yang penting adalah, dan terutama meninggalkan kesan yang dalam pada diri saya, kita tidak usah patah arang ketika orang bilang produk kita jelek, bisnis kita tidak akan berhasil. Selama kita melihat bahwa produk kita memang berpeluang, dan memang ada kebutuhan orang akan hal itu, kita harus tetap maju dan tidak mengacuhkan opini miring orang lain. In the end, kalau kita berhasil maka kita sukses membuktikan diri kita, tapi bila kita tidak berhasil juga no harm done anyway. So it’s better to keep moving forward.

Cheers!

 

Advertisements

5 thoughts on “Don’t Let the Bozos Grind You Down

    • Betul saya sangat setuju dengan tuwan Puja. Yang bozo type 2 itu memang nampaknya tidak bisa dipandang sebelah mata feedbacknya, karena biasanya pendapatnya memang sudah sarat dengan kebijaksanaan yang terbentuk dari pengalaman. Bakal demoralize atau tidak, itu jadi pilihan kita, operation is king kalau kata Riza waktu itu, dan kita sendiri yang tau betul kondisi operasional produk kita yang sebenarnya. Aku pribadi mudah terpengaruh pendapat orang lain, tapi sekarang sudah mulai bisa mencerna mencari esensi dan tetap realistis, wokwok. Maafkan aing pan, aing jadi ngelantur.

  1. Baru aja gw nonton video foundation nya kevin rose yang dengan elon musk.

    Satu advise dari musk buat pejuang entrepreneur itu listen to bad feedback. karena bad feedback itu bagus buat kita liat apa yang kurang dari produk/jasa kita. bad feedback itu feedback yang ngasih tau produk kita jeleknya dimana, kurangnya dimana, dan sangat sering sifatnya ya subjektif. tergantung siapa yang pakai dan ngomong. bad feedback beda sih dengan negative feedback di contoh post ini. kalo bozo2 itu ya negative feedback.

    great post, Pan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s