1-4 Quick Hitter Offense

Formasi 1-4 ini dirancang untuk tim yang mempunyai shooter mid-range dan long-range yang baik. Dengan strategi penyerangan ini kita bisa menyerang dengan sangat cepat dengan quick-shot sehingga membuat musuh terlambat mengantisipasi. Strategi ini pernah saya terapkan saat Home Tournament IF tahun 2010 pada angkatan saya yang kebetulan tidak ada pemain bigman untuk bermain inside. Pola ini juga saya terapkan pada tim basket putri karena sangat sederhana, dan membutuhkan pergerakan pemain yang minim.

Berikut ini formasi awal dari 1-4:

Pemain (1) sebagai point guard berada di wilayah point. Pemain (2) dan (3), sebaiknya pemain yang jago 3point shot, berada di posisi wing. Sedangkan pemain (4) dan (5) berada di depan masing-masing samping garis free-throw. Pemain (4) dan (5) membelakangi dan melakukan blocking pada defender X1 dan X2 sembari mengulurkan tangan ke atas untuk meminta operan.

Opsi-1: Double Cutter

Bola dioper kepada salah satu dari pemain di tengah, dalam contoh di bawah ini pada pemain (5). Begitu mendapat bola, (5) membalikkan badan menghadap ke ring dengan bola ditahan di atas (tanpa dribble maupun menurunkan posisi bola).

Begitu (5) mendapat bola, (2) dan (4) melakukan cutting ke arah ring. Bila X5 ketarik untuk menjaga (4) maka (5) mengoper ke (2), dan sebaliknya. Jika X5 tidak bergeming, bola dioper ke (2) yang lebih sedikit terjaga daripada (4).

Opsi-2: Wing

(1) mendribble bola ke salah satu sisi dan mengoper pada pemain sayap, pada contoh di atas pada (2). Di sini ada 3 kemungkinan:

  • X4 dan X1 tetap di posisi
  • X1 bergeser untuk menjaga (2)
  • X4 maju menjaga (2)

Untuk kemungkinan pertama, (2) tidak terjaga dan dapat melakukan tembakan 3point. Sedangkan bila X1 bergeser untuk menjaga (2), maka bola dioper kepada (5) yang cutting ke arah ring untuk mid-range shoot atau lay-up.

Sedangkan bila X4 maju menjaga (2), maka wilayah kiri dalam akan kosong.

(5) melakukan cutting ke wilayah yang tadinya dijaga X4. Bola dioper (2) ke (5). (5) mendapat mid-range open-shot.

Kemungkinan lainnya yaitu bila defender X1 ataupun X2 tidak dalam keadaan terblok (5) atau (4), yaitu posisi berada di samping atau di depan (5) atau (4). Pada contoh di bawah X1 berada di depan (5).

Bila demikian,(5) cukup cutting ke dalam bila dibelakangi X1 atau roll and cut ke dalam bila X1 berada di sampingnya. (1) memberikan lob pass melewati X1, (4) melakukan cutting ke ring, dan (5) langsung melakukan turn around shot. Bila X5 sigap dan langsung menjaga (5) maka (5) dapat mengoper pada (4) yang sedang melakukan cutting.

Beberapa opsi quick hitter lainnya yaitu (5) dapat bermain pick and roll bersama (4). Salah satu dari mereka melakukan pick sehingga salah satu terbebas untuk kemudian (1) mengoper pada pemain yang bebas. Pemain tsb langsung melakukan jump shot. Di sini kita bisa mendapat open shot yang cukup banyak karena efek kejutan dari cepatnya penyerangan.

Bila X1 dan X2 terblok dengan baik oleh (5) dan (4), maka (1) akan terbebas dari penjagaan. (1) dapat melakukan tembakan 3point dari wilayah point, ataupun dribble maju terlebih dahulu lalu melakukan jump shot 2point.

Advertisements

Strategy Board dari HMIF

Yay, setelah kemarin-kemarin terpaksa menggunakan buku gambar A3 dan spidol untuk menjelaskan strategi saat latihan basket, sekarang sudah ada strategy board yang dibeli oleh HMIF. Board ini adalah fasilitas dari HMIF, melalui divisi SENIOR (Seni dan Olahraga) CMIIW, untuk tim basket. Kebetulan belakangan ini urgensi untuk board ini sangat mendesak, dan akhirnya dibelikan oleh saudara Roy si Kadiv SENIOR.

Saat pertama kali diberitahu kalo board sudah dibeli, saya senang, tapi masih biasa-biasa aja. Begitu saya lihat barangnya, ekspresi pertama saya adalah “Woh gede juga boardnya”. Trus saya lihat label harga yang masih menempel di tasnya, dan saya langsung terkejut “W*njis 475 ribu??”. Penasaran saya langsung buka isi tas tersebut, dan ternyata memang selain board ada peralatan lain seperti pin-pin magnetik dan spidol yang dilengkapi magnet juga. Pantas saja harganya wah, selain bermerek (Molten), fasilitasnya pun lengkap. Saking terharunya saya pulang membawa board tsb sambil muka tersenyum sepanjang perjalanan (mau latihan malamnya).

Berikut ini saya cantumkan foto dari board tsb:

2-3 Aggressive Zone Defense

Pola pertahanan 2-3 agresif cocok untuk digunakan pada tim yang mengandalkan permainan dalam. Segi agresif yang dimaksud di sini adalah sistem ini mengincar trap pada pemain yang berada dekat baseline untuk kemudian melakukan intercept pada force pass yang dilakukan pemain yang terkena trap tersebut. Sistem ini sangat beresiko namun bila tepat digunakan akan banyak steal yang didapatkan. Berikut penjelasan mengenai sistem ini.

Formasi Awal
Pertahanan dimulai saat musuh melakukan set play dengan pemain bertahan X1 dan X2 berada di atas area garis free-throw, X3 dan X4 di sayap, dan X5 tepat di bawah garis free-throw. Begitu melihat musuh menumpuk di bagian kiri, artinya wilayah strong-side musuh ada di kiri area kita, salah satu dari X3 atau X4 berteriak “Kiri”, tergantung strong-side musuh, bila menumpuk di kanan maka berteriak “Kanan”. Begitu mendengar komando “Kiri”, X1 sebagai weak-side guard langsung bergeser ke wilayah point, X2 bergerak ke pemain sayap di sebelah kiri, X5 maju ke garis free-throw untuk menjaga (5), sedangkan X3 bergeser naik mendekati area free-throw.


Di sini musuh mengoper bola ke pemain sayap sebelah kiri yang menjadi strong-side mereka. Begitu bola dioper, X1 bergerak ke area free-throw dan membelakangi (5) untuk menutup jalur operan ke (5), X2 menjaga (2), X4 menjaga (4), X5 bergerak turun ke arah kiri, dan X3 berjaga-jaga untuk intercept. Bila bola dioper balik ke (1) maka pertahanan akan di-reset ke formasi awal.


Di sini pemain (2) mengoper bola ke (4). Begitu bola di pemain (4), X2 dan X4 melancarkan trap, X1 menjaga (2) agar tidak dioper balik, X5 menjaga (5), dan X3 mengincar intercept operan untuk (1) dan (3). X3 harus berhati-hati karena bila salah membaca operan, maka musuh akan mendapatkan open-shot.


Bola dioper ke (5) yang bergerak ke high-post. X1 melakukan pressing pada bola, X5 menjaga (5), X4 turun untuk berjaga-jaga bila (5) bisa melewati X5, X3 turun untuk mengantisipasi cutting dari (3).


Bola dioper (5) ke (3) yang berada di weak-side. X2 menjaga agar bola tidak dioper ke (1), X3 menjaga (3), X1 membelakangi (5) untuk menghalangi jalur operan, X5 turun, dan X4 naik mendekati area free-throw. X4 harus menyadari kemungkinan (4) melakukan cutting di belakangnya.


(4) crossing ke kanan, dan (3) mengoper bola kepadanya. X3 bergerak ke arah baseline untuk menghalangi kemungkinan (4) melakukan drive, lalu melakukan trap pada (4). X1 bergerak ke arah (3) untuk menghalangi jalur operan balik, lalu bersama X3 melakukan trap pada (4). X2 menghalangi operan ke (3), X5 menjaga (5), dan X4 naik ke area free-throw yang weak-side untuk mengincar intercept operan pada (1) dan (2). X4 harus siap untuk turun ke area ring bila (4) bisa melewati X3.

Source: http://www.guidetocoachingbasketball.com

Menuju Olimpiade 2011

Olimpiade ITB 2011 tinggal 11 hari lagi. Alhamdulillah kali ini persiapan tim basket HMIF sudah jauh lebih meningkat daripada tahun-tahun sebelumnya. Untungnya kami mendapat jadwal tanding tanggal 3 Januari 2011, yang artinya kami punya waktu untuk mematangkan persiapan dan mengadu kesiapan dengan tim lain.

Pada sesi-sesi latihan sebelum ini, saya menambahkan beberapa variasi latihan, seperti latihan trap, intercept, bagaimana memanfaatkan screen, box-out, dsb. Ya, tim kami akan bermain sangat agresif nantinya baik dalam bertahan maupun menyerang. Dalam bertahan, kami akan banyak menggunakan trap & intercept untuk merebut bola, dibandingkan cara konservatif yang hanya menjaga musuh saat menembak. Saya rasa cara ini lebih tepat untuk tim HMIF yang lemah dalam hal rebound.

Untuk bertahan, kami sudah melatih sistem pertahanan 2-3 agresif, 1-2-2, serta 1-3-1 zone press. Tentu saja pertahanan 2-3 konservatif dan man-to-man pun masih kami kuasai. Sedangkan dalam menyerang, kami menggunakan sistem penyerangan equal opportunity dengan skema 2-3 yang jarang digunakan dalam tim sekelas kuliah. Menurut pengamatan dan pengalaman saya, sangat jarang tim di ITB yang menggunakan pola penyerangan yang baik. Kebanyakan mengandalkan kemampuan individu dalam bertarung secara 1 on 1. Dalam kasus tim kami, justru sebaliknya. Karena kemampuan individu pemain kami tidak ada yang benar-benar menonjol, di atas rata-rata iya, namun tidak benar-benar outstanding untuk level pemain universitas. Karena itu kali ini kami menggeber di sesi strategi untuk mengimbangi kekurangan kami tersebut.

Satu hal yang tidak bisa terlepas dalam mencari kemenangan, yaitu faktor keberuntungan. Selama saya berada di tim ini, hasil drawing tidak pernah memuaskan, alias selalu mendapat lawan yang berat. Namun saya tetap optimis. Toh pada akhirnya kami harus mengalahkan semua tim tersebut, tidak masalah musuh mana yang harus kami hadapi terlebih dahulu.

Akhir kata, olimpiade hampir tiba. Kami tim basket HMIF siap untuk mengharumkan nama HMIF di kancah perbasketan ITB. Walaupun saya sudah pensiun menjadi pemain dan sekarang mengemban amanah menjadi pelatih, semangat saya tidaklah pudar untuk permainan ini.
For the love of the game!

Membaca Boxscore dari Suatu Pertandingan Basket

Tahukah anda apa itu boxscore?
Bila anda pernah mencatat statistik suatu pertandingan olahraga, seperti basket, baseball, dsb, anda pasti familiar dengan istilah tersebut.

Boxscore adalah rangkuman dari statistik pertandingan yang detail hingga ke stats pemain-pemainya.
Di sebuah pertandingan basket, dengan melihat boxscore, anda dapat mengevaluasi pertandingan dan performa suatu tim.

Di dalam suatu pertandingan basket, terdapat stats-stats yang penting untuk dicatat, yakni sebagai berikut:

  • Minutes (MIN)
  • Menandakan waktu bermain suatu pemain dalam satuan menit.

  • Field Goals (FG)
  • Menandakan jumlah tembakan yang diambil suatu pemain.
    Field Goals biasanya dipisah menjadi 2: FG dan 3P. Field Goals sendiri adalah kombinasi dari 2P FG(tembakan 2 point) dan 3P FG(tembakan 3 point).

    • Field Goal: dipisah menjadi FGM-A (Field Goal Made: Jumlah field goal masuk) dan FGA (Field Goal Attempts: Jumlah field goal yang dilakukan)
    • 3Point Field Goal: dipisah menjadi 3PM-A (3Point Made: Jumlah tembakan 3Point masuk) dan FGA (3Point Attempts: Jumlah tembakan 3Point yang dilakukan)
  • Free Throw (FT)
  • Menandakan jumlah free throw yang dilakukan suatu pemain.
    FT juga dibagi menjadi FTM-A (Free Throw Made: jumlah free throw masuk dan Free Throw Attempts: jumlah free throw yang dilakukan).

  • Points (P/PTS)
  • Menandakan jumlah point yang didapatkan suatu pemain.

  • Rebound (REB)
  • Menandakan jumlah rebound yang didapatkan suatu pemain.
    Rebound dibagi menjadi 2: yaitu OFF (Offensive Rebound: rebound dari tembakan yang dilakukan ketika sedang menyerang) dan DEF (Defensive Rebound: rebound dari tembakan yang dilakukan musuh).

  • Assist (A/AST)
  • Menandakan jumlah assist yang dilakukan suatu pemain.
    Assist adalah operan terakhir sebelum terjadi suatu Field Goal. Bila penembak harus melakukan sesuatu untuk menghindari musuh, maka operan tersebut BUKAN merupakan assist.

  • Personal Foul (F/PF)
  • Menandakan jumlah foul yang didapatkan suatu pemain.
    Gabungan dari total personal foul dari suatu tim dalam satu kuarter disebut Team Foul, dan bila telah melebihi batas (biasanya 5), maka tim lawan akan mendapatkan free throw setiap kali tim tersebut melakukan foul.

  • Steal (S/STL)
  • Menandakan jumlah steal yang didapatkan suatu pemain.
    Steal adalah usaha merebut bola yang berhasil dari musuh ketika bola sedang dalam posesi musuh.

  • Block (B)
  • Menandakan jumlah block yang diambil suatu pemain.
    Block adalah usaha menggagalkan tembakan dari pemain lawan dengan tangan kita. Bila kita berhasil mengeblok musuh maka kita akan mendapatkan Blocked Shots (BS), sedangkan bila tembakan kita diblok musuh maka kita akan mendapatkan Blocked Against (BA).

  • Turn Over (TO)
  • Menandakan berapa kali suatu pemain melepaskan posesi bola ke musuh.
    Bila musuh melakukan steal pada kita atau kita mengakibatkan suatu bola mati yang menjadi milik musuh, maka kita akan mendapatkan Turn Over.

Berikut adalah contoh boxscore dari pertandingan NBA.
Gambar ini saya ambil dari situs http://www.nba.com

Dari gambar di atas, terdapat beberapa stats yang belum saya bahas di atas yaitu +/-.
+/- menandakan effectiveness dari suatu pemain dalam pertandingan tersebut. Namun stats ini hanya dipakai dalam NBA.

Jika kita perhatikan, dari setiap tim, hanya ada 5 orang yang POS (Position) nya ditulis. Lima orang tersebut adalah starter (pemain yang dimainkan saat game dimulai pertama kali) dari masing-masing tim.

Semoga tulisan ini bisa membantu anda membaca boxscore dari suatu pertandingan basket di kemudian hari :).

Tips Menembak Bola

Hi guys..
Kali ini saya ingin berbagi sedikit mengenai bagaimana menembak bola basket dengan baik..
Dengan latihan dan banyak praktek kalian pun pasti bisa merasakan perbedaan dalam permainan kalian..
So here they are..

1. Kuasai bola sebelum menembak
Jika bola tidak dipegang dengan benar sebelum kita beranjak ke posisi menembak, akurasi pasti akan berkurang. Hal ini dikarenakan kemungkinan bola bergeser dari tangan cukup besar

2. Have a good look at the rim
Saat menembak kita harus mengetahui posisi dari ring. Dengan mengetahui dan memroses informasi dari letak ring sebelum melepaskan bola, kita dapat mengatur tenaga maupun arah tembakan kita

3. Manfaatkan tenaga kaki
Entah kita hendak melakukan jump shot atau tidak, tenaga yang dihasilkan dari kaki sangat berguna dalam menembak. Dengan tenaga kaki, kita tidak perlu mengeluarkan tenaga berlebih dari tangan. Khusus untuk jump shot, mungkin kita perlu membiasakan diri dengan berlatih melompat lalu menembak, bukan sebaliknya ataupun menembak sambil melompat. Hal ini sangat penting, karena kita harus mendapatkan feel dimana tenaga dari kaki tadi bisa disalurkan ke tangan saat kita melompat

4. Posisi tangan yang benar, kokang dan follow through
Kalo kita melihat pemain-pemain profesional, shooting form mereka biasanya sangat bagus. Posisi tangan saat menembak sangat berperan di sini. Tangan kanan (atau tangan utama yang digunakan untuk menembak) harus ditekuk membentuk lebih kecil atau sama dengan 90 derajat dengan lengan, seperti membentuk huruf L. Selain itu lengan tidak boleh terlalu melebar, idealnya tangan tegak sejajar dengan tubuh kita (Bisa dilihat di gambar di bawah).

posisi shooting

Pegang bola dengan jari, bukan dengan telapak tangan! Tidak seperti permainan yang menggunakan lemparan lainnya, menembak bola basket cukup dengan tenaga jari dan pergelangan tangan saja.
Tempelkan tangan kiri dengan halus pada bola, tidak dengan tenaga. Fungsi tangan kira hanya mengarahkan, bukan memberi tenaga tambahan. Tenaga cukup dari jari dan pergelangan tangan kanan saja.
Follow through setelah melempar. Ketika kita menggerakkan pergelangan tangan ke depan untuk melempar bola, biarkan jari-jari tangan kita bergerak dengan luwes ke arah kita melempar bola. Bila tidak, kemungkinan besar bola tidak akan mendapat tenaga yang seharusnya, bahkan mungkin saja mendapat gesekan yang menyebabkan arah bola melenceng.

Yak, demikian tips menembak dari saya. Semoga tips tersebut dapat membantu memperbaiki tembakan kita.
Akhir kata, untuk menjadi shooter yang handal diperlukan kerja keras.
It needs hundred of shots to know of the basics of shooting,
It needs thousands of shots to memorize the form, and
It needs millions of shots to be a good shooter.