Teknologi dan Lapangan Kerja

Beberapa waktu yang lalu saya ngobrol dengan teman saya sesama mahasiswa S2 Teknik Industri ITB. Teman saya ini punya bisnis di bidang logistik dan akomodasi. Dari hasil perbincangan itu saya menangkap kesan bahwa usaha di bidang Non IT dapat dengan mudah menyerap tenaga kerja yang tidak memiliki kemampuan spesifik pada suatu bidang.  Banyak contoh kasusnya, namun coba saya contohkan dari penelitian teman saya ini saja. 

Jadi teman saya ini meneliti tentang biodiesel mobile dari bahan baku biji karet di Indonesia. Kenapa mobile? Karena logistik di Indonesia sangat buruk, sehingga daripada membuat pabrik ke tempat-tempat terpencil, lebih baik pabriknya (menggunakan sebuah vehicle yang dapat memproduksi biodiesel) saja yang dibawa ke sana. Dia mencoba mengembangkan model bisnis supaya masyarakat tempat bahan baku biodiesel tersebut juga dapat diserap tenaga kerjanya sehingga sama-sama dapat menikmati untungnya. Tenaga kerja yang dibutuhkan sederhana, cukup bapat mengumpulkan biji karet yang tersebar pada kebun karet.

Sepintas saya berpikir, usaha di bidang IT justru mencoba mengurangi pekerjaan yang semula perlu dikerjakan manusia. Bukannya menyerap tenaga kerja, malah mengurangi lapangan kerja. Namun setelah berpikir beberapa saat kemudian, pikiran tersebut dapat dipentalkan. 

IT bukan mengurangi pekerjaan yang dikerjakan manusia, namun membantu meringankan beban pekerjaan manusia. Tentu dengan adanya otomatisasi ada beberapa pekerjaan yang dapat dihilangkan, namun orang-orang yang semula didelegasikan mengerjakan pekerjaan tersebut sekarang dapat mengerjakan pekerjaan yang lain. Instead of hiring 2 people to do task A & B, we can automate task A and let those 2 people do task B and task C (another potential task) to elevate the business.

Saat menulis tulisan ini, saya kemudian teringat satu sesi pada acara Web In Travel ketika terdapat pertanyaan dari murid akademi kepariwisataan yang mempertanyakan bahwa industri online travel dapat mematikan usaha offline sehingga mengurangi lapangan kerja mereka. Saya ingat Gaery dari Tiket.com menjabarkan kepada murid akademi tersebut bahwa mereka tetap membutuhkan orang-orang yang memiliki keahlian di bidang pariwisata. Dari sana dapat dilihat bahwa teknologi itu selalu mengubah dunia dan makin banyak pekerjaan yang lama digantikan pekerjaan baru tanpa mengurangi lapangan kerja.