Don’t Play A Game If the Game Master Can Not Protect You

Dua bulan terakhir saya sedang giat bermain sebuah game strategi perang web-based berjudul SengokuIxa. Game ini dibawa ke Indonesia oleh SquareEnix dengan joint venture bersama perusahaan game lokal, Agate. Awalnya saya hanya diajak oleh Devon, teman se-SMA saya yang jadi salah satu punggawa Agate, tapi lama-lama saya justru keasyikan main game, bahkan lebih maniak dibanding Devon.

Tepat 2 hari yang lalu ketika sedang war, saya mendapat pengalaman tidak enak. Ada pemain yang satu klan dengan saya melakukan Kill Steal (KS), atau istilah populernya “nyampah”, terhadap saya. Poin hasil sampahan dia cukup besar. Mau saya war 5x juga ga akan dapet poin segitu (5x war itu setara dengan periode 25 hari). Kontan saya melaporkan langsung ke Devon dan Arif (bosnya Agate, tapi juga pemain aktif karena sesama gamer) disertai skrinsut-skrinsut yang membuktikan bahwa ada yang melakukan KS ke saya. Oleh Devon, email saya diteruskan ke mungkin istilahnya Product Manager (PM) dari game Ixa.

Emailpun disampaikan, dan respon dari sang PM juga diteruskan ke saya. Singkat kata, menurut sang PM tsb, tim operasional Ixa tidak mengatur etika dalam peperangan dan menyerahkan semua etika ke pemain-pemain yang ada di dalam game ini. Oke, ketika membaca saya langsung kecewa. Saya pemain aktif, didzalimi, tapi tidak ada tindakan proteksi terhadap saya. Oke, mungkin etika memang dibentuk oleh komunitas, tapi apa iya tidak ada tindakan yang bisa dilakukan untuk bisa menyetir hal tsb sehingga permainan menjadi lebih fun dan fair untuk dimainkan.

Saya ambil contoh misalnya game Dota 2. Ketika ada pemain yang bertindak buruk, dia punya mekanisme report. Bila seorang player mendapat report, dia akan terkena sanksi berupa salah satunya low priority dalam matchmaking. Hal ini tentu akan membuat seorang player akan pikir-pikir bila akan bertindak tidak menyenangkan, walau tidak sepenuhnya menghilangkan hal tsb.

Well, mungkin Ixa beda dengan Dota 2. Tapi setahu saya, keduanya game multiplayer, ada interaksi antar pemain, ada kesempatan buat Kill Steal juga, akan tetapi beda sekali masalah pengendalian etika pemain ini. Akhirnya, saya pun memutuskan pensiun dari game ini, biar kalo dongkol ya cukup sekali aja. Saya email ke PM tadi, isinya juga kira2 sama dengan poin di atas. Untungnya saya baru mengeluarkan sekitar 400-500rb untuk game ini. Entah kenapa kecewanya lumayan berat, karena mungkin saya salah satu paying customer, salah satu loyal customer (sebelumnya pernah main game Agate lain dan mengeluarkan lebih banyak uang lagi), teman dengan beberapa anak Agate, tapi in the end tidak dapat perlindungan apa-apa.